Kegiatan Kami

Berikut adalah kegiatan yang telah dilaksanakan di Yayasan Zad Al Insaniyyah Cipanas

  • 17Jul,2023

    Proses Panjang Menjadi Seorang Hafizhah

    Penulis : Waskito

    Foto Kegiatan Proses Panjang Menjadi Seorang Hafizhah

    Profil Hafizhah MTZ - Luthfiyah Fina Mufida

    Di usianya yang ke-18, Fina telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Santriwati asal Jatinangor ini menuntaskan hafalan di MTZ Cipanas pada 15 Desember 2018, tahun lalu. Sejak MTZ mulai beroperasi, Fina membutuhkan waktu kurang dari lima bulan untuk selesaikan hafalan.

    Bukan berarti hafalan putri dari pasangan Masudin dan Sri Mulyanti ini bersifat instan. Tidak, bahkan dia telah merintis menghafal Al-Qur’an sejak masih usia SD kelas II. Fina sendiri lahir di Sumedang pada 26 Januari 2001, dan pernah bersekolah di MA Al-Amanah Lembang, Bandung Barat. Dia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Hobi membaca, dan bercita-cita tinggi untuk berdakwah di tengah masyarakat.

    Menurut Fina, kesulitan utama dalam menghafal ialah FOKUS. Kadang ketika pikiran bercabang, otak sedang sulit berfokus, saat itu terasa betapa sulitnya hafalan meresap.

    Meski begitu, dia mendorong agar para Muslimin dan Muslimat senantiasa istiqamah dalam menghafal Al-Qur’an. “Jangan pernah menyerah. Jangan pernah menganggap Al-Qur’an itu susah, karena Allah sendiri berfirman dalam Surat Al-Qamar, bahwa sesungguhnya Al-Qur’an itu mudah. Jika suatu surat, halaman, atau ayat terasa susah untuk dihafal, maka bersabarlah, karena pahala yang Allah siapkan akan berlipat-lipat lebih banyak. Dan tidak mungkin segala sesuatu dicapai tanpa perjuangan. Pasti semua orang pernah merasa susah, mendapat ujian, dan sebagainya. Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tidak mengapa menghafal sedikit, asal rutin menyetorkan. Sebaliknya, jangan memaksakan diri juga, sehingga kelelahan, kurang tidur, hingga menyebabkan sakit,” ujar Fina.

    Bagi Fina, dorongan keluarga dan orangtua sangat berarti. Tiada henti dia selalu memohon doa kepada kedua orangtua. Begitu pula, kedua orangtuanya juga meminta doa kepadanya. Ini adalah cara yang baik, senantiasa saling mendoakan.

    Ketika ditanya, apa motivasinya menghafal Al-Qur’an…?

    Fina mengatakan: “Karena Al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah, dan kita sebagai Muslim dianjurkan untuk selalu menjaganya. Saya pernah mendengar, bahwa di akhir zaman nanti lembaran Al-Qur’an akan hilang, dan yang tersisa hanyalah yang dihafal oleh para penghafal Al-Qur’an. Ini merupakan motivasi diri yang kuat. Tentu saja selain itu, karena ingin mempersembahkan mahkota dan jubah kemuliaan untuk orangtua saat di Akhirat nanti.”

    Metode menghafal yang dilakukan Fina, kurang lebih sebagai berikut: Pagi-pagi membaca beberapa halaman Al-Qur’an, dibaca artinya dan dipahami dengan baik. Saat sore hari, memulai menghafal halaman-halaman yang sudah dibaca pada pagi hari. Setiap ayat dibaca berulang-ulang 3-7 kali, begitu seterusnya sampai hafal satu halaman. Selanjutnya murajaah satu halaman tersebut, sebelum beranjak ke halaman berikutnya.

    “Semoga saya bisa menjaga hafalan ini, bisa bermanfaat bagi diri saya khususnya, keluarga, serta orang-orang terdekat. Semoga saya bisa mengamalkan isi Al-Qur’an ini. Semoga juga Umat lebih mengenal Islam dan paham lebih dalam, serta menyadari pentingnya bergaul dengan Al-Qur’an. Dan harus ada kemauan untuk menghafal Al-Qur’an,” kata Fina berharap.

    Semoga Allah mudahkan dalam menjaga Al-Qur’an, mengamalkan, dan menyebarkannya ke tengah kaum Muslimin. Amiin.

Kegiatan Terbaru

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas Copyrights © All rights reserved. Tim IT Zad Al Insaniyyah

cianjur