Kegiatan Kami

Berikut adalah kegiatan yang telah dilaksanakan di Yayasan Zad Al Insaniyyah Cipanas

  • 14Jul,2023

    Proses Muqobalah Mahasiswa Baru STIQ ZAD

    Penulis : Waskito

    Foto Kegiatan Proses Muqobalah Mahasiswa Baru STIQ ZAD

    Alhamdulillah, proses muqobalah (penerimaan) mahasiswa baru angkatan 2019-2020 gelombang kedua, sudah usai. Menyempurnakan proses sebelumnya pada gelombang pertama.

    Pada gelombang pertama diterima sebanyak 25 calon mahasiswa, maka pada gelombang kedua ini diterima sebanyak 35 calon mahasiswa, dengan cadangan 11 orang. Mahasiswa cadangan akan menggantikan posisi mahasiwa yang telah diterima, jika yang bersangkutan mengundurkan diri.

    Proses muqobalah berlangsung bertahap, dimulai pada November 2018 lalu. Proses terus berlanjut hingga pada 25 April 2019. Sebagian mahasiswa mengikuti test secara langsung di Kampus STIQ ZAD, Cugenang Cianjur. Sebagian lain menempuh test jarak jauh, melalui komunikasi telepon. Dan kebanyakan mengikuti test jarak jauh, karena faktor kendala jarak.

    Materi test yang diujikan antara lain: percakapan Bahasa Arab, teori Nahwu Shorof, bacaan Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, juga materi pengetahuan agama. Para penguji adalah para ustadz pengajar dan dosen di STIQ ZAD. Turut menguji juga, dua orang Syaikh native speaker, Syaikh Dr. Samih bin Salim dan Syaikh Hani Abu Asybal.

    Menurut Ketua PPMB (Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru) STIQ ZAD, yaitu Ustadz Muhammad Aqil Rabbani, SPd. animo para pelajar sangat besar untuk mengikuti ujian masuk STIQ ZAD ini. Menurut data, peserta melebihi 300 orang dari berbagai daerah. Sedangkan kapasitas yang diterima sekitar 55 santri mahasiswa. 

    Para peserta ujian dari berbagai daerah, seperti Aceh, Lampung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogya, NTB, NTT, dan lain-lain. Bisa dikatakan dari seluruh penjuru Indonesia, Alhamdulillah. Ada satu mahasiswa berasal dari Selangor Malaysia. 

    Menurut Ustadz Aqil Rabbani, rata-rata peserta memiliki kemampuan baik dalam percakapan Bahasa Arab. Namun ada kekurangan pada teori Nahwu-Shorof. Secara penguasaan Al-Qur’an, juga baik. Bahkan dari 55 santri calon mahasiwa itu ada 20 orang yang sudah menamatkan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Alhamdulillah. 

    Ustadz Ustadz Aqil Rabbani juga menyampaikan pesan-pesan kepada para mahasiwa yang telah diterima, yaitu sebagai berikut:

    “STIQ ZAD memiliki cita-cita yang menguntungkan bagi mahasiswa Muslim di Indonesia, yaitu ingin menjadi yang terdepan dalam menyebarkan Al-Qur’an dan Tafsirnya, sesuai pemahaman Salafus Shalih. Di sini STIQ membutuhkan para mahasiswa yang mau sungguh-sungguh, dan bisa selangkah-kaki seayun-tangan dengan cita-cita ZAD ke depan.”

    “Pada akhirnya STIQ ZAD hanyalah sebuah tempat, adapun keberhasilan menuntut ilmu itu kembali kepada individu masing-masing. Yang ingin berhasil adalah mahasiswa itu sendiri, sedangkan STIQ ZAD hanya memfasilitasi.”

    “Kami di STIQ ZAD sangat mementingkan akidah dan akhlak. Kami tidak melupakan apa yang semestinya mahasiswa dapatkan, seperti critical thinking, ketrampiilan dalam mengkritisi sesuatu, namun ZAD juga mengedepankan akhlak dalam pembelajaran. Akhlak mahasiswa menentukan keberhasilannya dalam menuntut ilmu.”

    Sedangkan bagi mahasiswa yang belum diterima di STIQ ZAD, Ustadz Aqil Rabbani menyampaikan pesan:

    “STIQ ZAD bukanlah satu satunya tempat untuk menuntut ilmu, sesungguhnya bumi Allah itu luas, banyak tempat di sana yang boleh jadi lebih baik daripada ZAD. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan apa yang terbaik bagi kita, tugas kita hanya berusaha.”

    SELAMAT kepada para mahasiswa yang diterima dalam studi di STIQ ZAD. Selamat kepada panitia yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dan selamat juga bagi Keluarga Besar Kampus ZAD karena akan bergabungnya pemuda-pemuda terbaik dari penjuru Nusantara.

Kegiatan Terbaru

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas Copyrights © All rights reserved. Tim IT Zad Al Insaniyyah

cianjur