Program Ifthar Ramadhan

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas

  • Profil Program

    Yayasan ZAD Al-Insaniyyah Cipanas, adalah Yayasan Islami yang konsentrasi pada program dakwah, pendidikan dan sosial yang meringankan beban seorang muslim, dan membantu mereka dalam kehidupan hingga meraih kehidupan yang mulia. Yayasan ini merupakan yayasan pendidikan dan sosial yang telah didirikan untuk melayani umat, sejalan dengan standar khusus yayasan di bidang pendidikan al-Qur’an dan bidang sosial kemasyarakatan.

    Maka bertolak dari visi dan misi Yayasan, Yayasan ZAD melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan, di antaranya: program acara sosial untuk orang-orang yang shaum di Bulan Suci Ramadhan. Yayasan telah melaksanakan program ini semenjak pendiriannya pada tahun 2014, dengan memfasilitasi para dermawan untuk berkontribusi dalam program mulia ini.

    Sebagaimana tidak samar bagi seluruh kaum Muslim besarnya kedudukan orang-orang yang shaum yang ikhlas di sisi Allah. Oleh karena itu, ganjaran bagi orang yang memberikan ifthar kepada mereka sangat besar, menunjukkan besarnya kedudukan ibadah shaum dan orang-orang yang shaum yang ikhlas.

  • Keutamaan Berkhidmat Kepada Orang-Orang yang Shaum

    Banyak nas-nas al-Qur’an dan al-Sunnah yang menjelaskan besarnya keutamaan memberikan ifthar bagi orang-orang yang shaum di Bulan Ramadhan al-Mubârak.

    Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

    «مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا»

    “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibn Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    Syaikh al-Islam berkata: “Dan yang dimaksud tafthir adalah mengenyangkannya.” (Al-Ikhtiyârât, hlm. 194)

    Dahulu generasi al-salaf al-shalih memiliki perhatian besar dalam menyedekahkan makanan, dan mereka menilai bahwa ia termasuk seutama-utamanya ibadah. Sebagai contoh, Ibn Umar r.a. tidak berbuka kecuali dengan anak-anak yatim dan orang-orang miskin. Dari golongan salaf, ada yang memberi makan saudaranya dan ia shaum, duduk melayaninya, di antaranya al-Hasan dan Ibn al-Mubarak.

    Abu al-Sawwar al-Adawi berkata: “Orang-orang Bani Adi terbiasa melaksanakan shalat di masjid ini, dimana tidak ada seorang pun dari mereka berbuka di tempat ini sendirian, melainkan jika ia melihat ada orang yang bisa makan bersamanya maka ia mengajaknya makan bersama, jika tidak maka ia membawa makanannya di masjid, lalu ia makan bersama masyarakat dan masyarakat makan bersamanya.

    Sedekah memberi makanan, melahirkan kebaikan yang banyak, di antaranya: menyukai dan mencintai orang-orang yang menyedekahkan makanan, hingga ia menjadi pintu masuknya seseorang ke dalam Jannah-Nya. Sebagaimana Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

    «لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا»

    “Tidaklah seseorang masuk ke dalam Jannah kecuali ia beriman, tidaklah ia beriman hingga saling mencintai (dengan muslim lainnya).” (HR. Muslim (no. 54))

Mari Berdonasi

Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan bersedekah

Copyrights © 2019 Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas. All rights reserved.