Pembangunan Masjid

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas

  • Profil Program


    Yayasan ZAD Al-Insaniyyah Cipanas, adalah Yayasan Islami yang berkonsentrasi pada program dakwah, pendidikan dan sosial, untuk meringankan beban seorang muslim, dan membantu mereka dalam kehidupan hingga meraih kehidupan yang mulia. Yayasan ini merupakan yayasan pendidikan dan sosial yang telah didirikan untuk melayani umat, sejalan dengan visi misi yayasan di bidang pendidikan al-Qur’an dan sosial kemasyarakatan.

    Maka bertolak dari visi dan misi yang telah dicanangkan, Yayasan ZAD Cipanas melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan, di antaranya: pembangunan masjid di wilayah mereka yang benar-benar membutuhkan, dimana program ini telah dimulai pada Tahun 2014. Di sisi lain, program ini pun mendukung program pendidikan dan dakwah yayasan, karena kaum Muslim kembali kepada masjid Allah untuk beribadah dan mempelajari Islam.

    Hal itu dikarenakan kaum Muslim memahami dengan baik kedudukan agung masjid dalam Islam. Sebagaimana ditunjukkan oleh baginda Nabi ﷺ ketika beliau ﷺ sampai di Madinah. Aktivitas pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid, manakala ia difungsikan sebagai tempat beribadah, pusat kajian ilmu, dan tempat bertolaknya para mujahid sebelum menghadapi musuh.

    Kaum Muslim pun berkumpul di masjid-masjid setiap hari setidaknya sebanyak lima kali. Baik orang kaya maupun orang yang tak berharta, baik pemimpin maupun rakyatnya, muda dan tua, seluruhnya bersatu dalam perasaan cinta dan kasih sayang, hal tersebut terjalin satu sama lain. Terlebih pada akhir pekan, kaum Muslim mengikuti khuthbah Jum’at yang membuahkan pengaruh kuat dalam benak mereka.

  • Keutamaan Pembangun Masjid, Pemakmuran & Pemeliharaannya


    Banyak sekali nas-nas al-Qur’an dan al-Sunnah yang menggambarkan keutamaan masjid, pembangunan dan pemeliharaannya. Allah -Ta’âlâ- memuji siapa saja yang memakmurkan masjid-masjid-Nya, Dia berfirman:

    إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ {التوبة: ١٨}

    “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-Taubah [9]: 18)

    Di antara bentuk memakmurkan masjid adalah: pendirian, perbaikan, pemeliharaan. Amal perbuatan ini termasuk ke dalam keumuman sedekah jariyyah, meskipun seseorang berkontribusi mengeluarkan harta dalam jumlah yang sedikit saja, berdasarkan petunjuk hadits nabawi:

    Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

    «إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ»

    “Sesungguhnya yang sampai kepada seorang mukmin dari amalannya dan kebaikannya setelah meninggal dunia ialah, ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan, anak shaleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah yang diperuntukkan untuk ibnu sabil yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dalam keadaan sehat dan hidup.” (HR. Ibn Majah, Al-Baihaqi dan Khuzaimah)

    Dan di antara keutamaan mengeluarkan harta untuk masjid-masjid dan memakmurkannya, serta berkontribusi aktif dalam pemeliharaan berkesinambungan dan pembangunannya, adalah apa yang disabdakan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau ﷺ bersabda:

    «مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

    “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya seukuran lubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibn Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

    Al-Sindi berkata dalam Syarh-nya atas Sunan Ibn Majah: “Sabdanya: mafhash qathâh, adalah suatu tempat (burung) dimana di dalamnya disimpan dan dieramkan telur (burung), karena ditutupi oleh tanah, dan hal ini disebutkan (dalam hadits) dengan faidah mubâlaghah (superlatif) menunjukkan kecilnya hal tersebut, hal itu menunjukkan sekecil-kecilnya ukuran masjid jika cukup digunakan untuk shalat satu orang. Dalam kitab Majma’ al-Zawâ’id disebutkan: “Isnâd-nya shahih dan para perawinya perawi tsiqah.”

    Al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani berkata dalam Fath al-Bâri: “Banyak dari para ulama yang membawa maknanya kepada makna mubâlaghah (superlatif), karena tempat yang digunakan burung untuk menyimpan telurnya dan dieramkan di dalamnya, dimana ukuran tempat ini tidak cukup untuk shalat… Dikatakan: bahkan makna istilah ini sesuai dengan zhahir teksnya, maknanya: adanya dorongan untuk menambah ukuran masjid yang memang dibutuhkan meski dengan ukuran tersebut, atau bermakna: hendaknya sekelompok kaum Muslim bahu membahu membangun masjid, dimana pihak-pihak yang terlibat berkontribusi dalam pembangunannya meskipun dengan ukuran tersebut.”

    Dan dalam Shahîhain, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

    «مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ»

    “Siapa saja yang membangun sebuah masjid demi meraih wajah Allah, maka Allah pasti akan membangunkan baginya yang semisalnya di Jannah-Nya.”

    Al-Hafizh al-Nawawi menjelaskan besarnya pahala dari amal perbuatan ini: Sabda Nabi ﷺ “mitslahu” mengandung dua sisi pemaknaan: Pertama, Maknanya bahwa Allah Ta’ala akan membangun untuknya suatu tempat dinamakan al-bait, adapun sifat dari tempat tersebut berupa ukuran luasnya, dan lain sebagainya, maka sudah diketahui bahwa keutamaan tempat di jannah, ia tidak bisa terlihat, tidak terdengar, dan tidak bisa diukur dengan hati manusia. Kedua, Maknanya: keutamaan tempat tersebut dibandingkan dengan rumah-rumah di Jannah-Nya bagaikan keutamaan antara masjid dan rumah-rumah di dunia.”

    Oleh karena itu, Yayasan memfasilitasi program sosial ini, untuk memudahkan urusan para dermawan dan donatur membangun masjid-masjid Allah, dan memakmurkannya semata-mata demi mengharap keridhaan Allah -Ta’âlâ-, khususnya di wilayah Indonesia.

  • Pelaksanaan Program Ini


    Yayasan mengatur program pembangunan masjid-masjid, pemeliharaan dan pengaturannya, bersamaan dengan itu membuka kesempatan kepada para dermawan untuk berkontribusi dalam program sosial ini, menjadi proyek percontohan yang mendukung manajerial pembangunan masjid-masjid bagi orang-orang yang tergerak hatinya berkontribusi dalam program ini.

    Maka Yayasan ZAD Al-Insaniyyah Cipanas menerima pengajuan pembangunan masjid-masjid di Indonesia, mempelajarinya, dan melakukan kunjungan ke tempat-tempat tersebut, menyempurnakan dokumen-dokumennya, menyusun rancangan pembangunannya, mempersiapkan jadwal-jadwalnya, dan mempromosikannya kepada para dermawan dan donatur untuk berkontribusi di dalamnya, termasuk dalam penandatangan perjanjian-perjanjian, mengevaluasi tahapan-tahapan pelaksanaan berbagai proyek, dan meyakinkan para donatur dengan laporan-laporan berkala terkait program. []

Mari Berdonasi

Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan bersedekah

Copyrights © 2019 Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas. All rights reserved.