Kafalah Yatim & Guru

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas

  • Profil Program

    Yayasan ZAD Al-Insaniyyah Cipanas, adalah Yayasan Islami yang konsentrasi pada program dakwah, pendidikan dan sosial yang meringankan beban seorang muslim, dan membantu mereka dalam kehidupan hingga meraih kehidupan yang lebih baik. Yayasan ini merupakan yayasan pendidikan dan sosial yang telah didirikan untuk melayani umat, sejalan dengan visi misi yayasan di bidang pendidikan al-Qur’an dan bidang sosial kemasyarakatan.

    Maka bertolak dari visi dan misi Yayasan ini, Yayasan melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan, di antaranya: program santunan untuk anak yatim, fakir, miskin, da’i dan para pengajar. Untuk itu, Yayasan membuka kesempatan pada para dermawan untuk berkontribusi dalam program ini, sebagaimana tak samar bagi seluruh kaum Muslim, besarnya kedudukan santunan bagi anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

  • Keutamaan

    Menyantuni anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan termasuk perbuatan yang didorong oleh syari’at Islam yang agung. Allah menjadikan syari’at agung ini sebagai salah satu obat menyembuhkan penyakit-penyakit sosial.

    Dengan syari’at inilah tampak jelas suatu masyarakat dengan gambaran penuh persaudaraan yang sangat urgen.

    Sisi yang dibangun lebih dari sekedar persoalan materialistik, mengingat santunan ini hakikatnya pemenuhan atas kebutuhan mereka mencakup pembinaan, pendidikan, pengarahan dan nasihat. Pemenuhan terhadap apa-apa yang mereka butuhkan berupa berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kehidupan pribadi semisal makanan, minuman, pakaian, obat-obatan dan lain sebagainya.

    Santunan bagi anak yatim, termasuk seagung-agungnya pintu kebaikan yang dianjurkan oleh Syari’at Islam, Allah Swt berfirman:


    يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ {٢١٥}

    “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 215)


    Allah Swt pun berfirman:

    وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا {٣٦}

    “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. Al-Nisa’ [4]: 36)


    Hadits-hadits nabawiyyah banyak menyebutkan keutamaan menyantuni anak yatim, dan berbuat baik pada mereka, di antaranya:

    Pertama, Dari Sahl bin Sa’ad -radhiyallâhu ‘anhu-, ia berkata: Rasulullah -shallallâhu ‘alaihi wa sallam-bersabda:

    «أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا»

    “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.”

    Kemudian beliau -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Al-Bukhari), Al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H) berkata menjelaskan hadits ini: “Imam Ibn Bathal berkata: sudah seharusnya bagi siapa saja yang mendengar hadits ini untuk mengamalkannya, agar bisa bersama baginda Rasulullah -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- masuk ke Jannah-Nya, padahal tidak ada kedudukan di akhirat, yang paling utama daripada kedudukan tersebut.”

    Kemudian Ibn Hajar menjelaskan: “Di dalam hadits terdapat petunjuk bahwa antara derajat baginda Rasulullah -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- dan pemberi santunan bagi anak yatim itu berjarak, seperti antara jari telunjuk dan jari tengah, dan ini menyerupai perumpamaan dalam hadits lainnya: “Jarak waktu antara diutusnya diriku dan Hari Kiamat adalah seperti jarak kedua jari ini.” (al-Hadits)

    Al-Hafizh Ibn Hajar pun menjelaskan: “Guru kami menjelaskan dalam Syarh-nya atas Sunan al-Tirmidzi, bahwa hikmah di balik keadaan orang yang menyantuni anak yatim serupa dengan beliau -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- yang juga masuk ke Jannah-Nya, atau menyerupai kedudukan beliau -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- di Jannah-Nya, karena kedekatannya dengan Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam-, atau dengan kedudukan baginda Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam-, karena kedudukan beliau yang diutus kepada kaum yang tidak paham tentang urusan Din mereka, sehingga beliau -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- menjadi pemelihara bagi mereka, pengajar dan pemberi petunjuk, begitu pula seseorang yang menanggung anak yatim, ia menanggung urusan orang yang tidak bisa berpikir tentang Din-nya bahkan tentang dunianya, sehingga ia memberinya petunjuk, mengajarinya dan memperbaiki akhlaknya, hingga tampak keterkaitan di antara dua hal perbandingan tersebut.” (Fath al-Bari, juz X/hlm. 536-537).

    Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

    «مَنْ ضَمَّ يَتِيمًا بَيْنَ مُسْلِمِينَ فِيْ طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ»

    “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Abu Ya’la, al-Thabarani dan Ahmad secara ringkas, dengan isnad hasan, sebagaimana komentar al-Hafizh al-Mundziri)

    Dari Abu Darda’ -radhiyallâhu ‘anhu-, ia berkata: “Datang kepada Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- seorang pria yang mengadukan perihal hatinya yang keras, maka Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

    «أتحب أن يلين قلبك وتدرك حاجتك؟ ارحم اليتيم وامسح رأسه وأطعمه من طعامك يلن قلبك وتدرك حاجتك»

    “Apakah kamu suka hatimu menjadi lembut dan kamu mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. Al-Thabarani, diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dengan sanad yang dikomentari oleh al-Haitsami mengikuti pendapat gurunya, al-Hafizh al-‘Iraqi: “Shahih”)

    Dari Abu Hurairah -radhiyallâhu ‘anhu-, dari Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

    «السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ - وَأَحْسِبُهُ قَالَ - وَكَالْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ، وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ»

    “Orang yang mengurus janda dan miskin seperti mujahid di jalan Allah –dan aku rasa beliau juga mengatakan- dan seperti orang yang shalat malam tak jemu-jemu dan puasa yang tak pernah henti.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Al-Hafizh al-Nawawi berkata: Sabda Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam-: (كَافِلُ الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ): penyantun anak yatim yakni yang menegakkan urusannya, berupa nafkah, pakaian, pendidikan, pembinaan dan lain sebagainya. Keutamaan ini akan diraih oleh orang yang menanggung anak yatim dari harta benda miliknya sendiri, atau dari harta anak yatim dengan pengelolaan secara syar’i. Adapun sabda Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam-: “wa lahu aw li ghairihi” yang dimaksud lahu yakni pihak yang menjadi kerabat dekatnya, semisal kakeknya, ibunya, neneknya, saudara laki-lakinya, saudara perempuannya, pamannya dari pihak bapak, pamannya dari pihak ibu, bibinya dari pihak bapak, bibinya dari pihak ibu, dan lain sebagainya dari kerabat. Adapun yang dimaksud li ghayrihi yakni orang asing baginya (baca: non mahram, bukan kerabat). (Syarh al-Nawawi ‘alâ Shahîh Muslim, juz V/408)

Mari Berdonasi

Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan bersedekah

Copyrights © 2019 Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas. All rights reserved.