Portal Berita

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas

  • 23May,2019

    Teknologi Filtrasi dan Produksi Susu

    Al-Qur’an dan Sains

    Ilmu Gizi dan Peternakan

     

    Hampir semua orang menyukai susu. Selain rasanya manis, susu juga memiliki kandungan gizi seimbang sehingga sering dijadikan suplemen. Susu merupakan hasil ekstraksi kelenjar susu dari mamalia dan memiliki kandungan gizi tinggi. Dari definisinya kita mengetahui bahwa susu murni hanya dapat dihasilkan dari ekstraksi kelenjar susu, sedangkan sumber bahan ekstraksinya adalah darah. Siapa yang menyangka, susu yang warnanya putih, rasanya manis dan bergizi, ternyata bahan bakunya dari darah hewan bersangkutan.

     

    Al-Qur’an telah memberi informasi ini jauh sebelum sains modern mengungkap proses produksi susu, mulai dari proses sintesis, ekstraksi, dan filtrasi. Allah Ta’ala berfirman:

     

    وَإِنَّ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَنۡعَٰمِ لَعِبۡرَةٗۖ نُّسۡقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيۡنِ فَرۡثٖ وَدَمٖ لَّبَنًا خَالِصٗا سَآئِغٗا لِّلشَّٰرِبِينَ

     

    Artinya, “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu; Kami memberimu minum dari pada apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih, (yang diproses) di antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (An-Nahl: 66).

     

    Al-Qur’an memberikan informasi penting mengenai proses produksi susu. Jika kita mengambil definisi susu dari Al-Qur’an, maka pengertian susu adalah: “Zat (sari) yang telah mengalami serangkaian proses (filtrasi dan sintesis), yang berasal dari darah dan kotoran, hingga terpisah dari keduanya.”

     

    Definisi dari Al-Qur’an ini sesuai dengan fakta sains modern. Susu berasal dari darah dan untuk menghasilkan susu 1 kg setidaknya harus ada 400-500 kg darah yang disirkulasikan melalui ambing. Di dalam ambing terdapat teknologi filtrasi yang canggih. Di dalamnya terjadi reaksi biokimia yang sangat kompleks, bahkan sains modern pun masih belum bisa mengungkap secara pasti, bagaimana proses perubahan warna dari merah darah menjadi putih? Maha Besar Allah dengan semua ciptaan-Nya.

     

    Mari kita lihat secara ringkas bagimana mekanisme produksi susu!

     

    Organ utama dalam produksi susu adalah ambing. Ambing merupakan tempat terjadinya berbagai proses meliputi filtrasi, sintesis, banyak reaksi biokimia. Di dalam ambing terdapat alveolus yang memiliki fungsi penting dalam proses filtrasi dan sintesis susu.

     

    Darah mengalir melalui pembuluh arteri (nadi) menuju ambing. Darah yang masuk mengandung nutrisi, hormon, kotoran. Darah akan difilter sehingga susu terpisah dengan kotoran yang terkandung dalam darah. Setelah itu, dimulai proses sintesis baik itu protein, karbohidrat, lemak, dan beberapa mineral, dan di sinilah peran penting alvelolus.

     

    Alveolus memilki 2 peranan penting yaitu mengambil nutrisi dari darah lalu mentrasfernya ke dalam susu. Volume susu yang dihasilkan akan bergantung pada sintesis laktosa yang merupakan pecahan dari karbohidrat. Membran sel berfungsi sebagai fiter yang sangat selektif.

     

    Selain itu, di dalam membran sel terdapat bilipid layer yang memilki karakteristik hydrophobic (tidak suka air) sehingga air tidak mudah masuk. Oleh karena itu diperlukan transpoter yang berasal dari gugus laktosa untuk membuka membran sel. Itu artinya, semakin banyak laktosa yang disintesis, makin banyak volume susu yang dihasilkan.

     

    Demikianlah, apa yang dikatakan dalam Al-Qur’an sesuai dengan yang dijelaskan para ahli sains. Subhanallah wa bi hamdihi, Subhanallah al ‘Azhim.

    Penulis: David Anwar

Mari Berdonasi

Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan bersedekah

Copyrights © 2019 Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas. All rights reserved.