Portal Berita

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas

  • 23May,2019

    Tumbuhan pun Berpasangan

    Al-Qur’an dan Sains

    Ilmu Penyerbukan Tanaman

     

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan manusia dan hewan secara berpasangan. Kita bisa menyaksikan hal itu secara kasat mata. Namun Allah juga menegaskan, tidak hanya manusia dan hewan yang diciptakan berpasangan, bahkan tumbuhan dan segala sesuatu pun diciptakan secara berpasangan. Allah Ta’ala berfirman:

     

    ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ مَهۡدٗا وَسَلَكَ لَكُمۡ فِيهَا سُبُلٗا وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّن نَّبَاتٖ شَتَّىٰ

     

    Artinya, “(Dia Allah) yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan mengadakan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan Dia menurunkan dari langit air hujan, maka Kami keluarkan dengan air hujan itu beragam jenis tumbuhan yang berpasang-pasangan.” (Thaha: 53).

     

    Ketika melihat tumbuhan secara sekilas, mungkin timbul pertanyaan di benak kita, “Apakah betul tumbuhan itu berpasangan dan memiliki jenis kelamin?” Jika demikian, mana tumbuhan yang jantan dan mana yang betina?

     

    Setelah berkembangnya ilmu pengetahuan terutama di bidang Botani, ternyata pertanyaan seperti ini bisa dijawab dengan mudah, disertai data dan fakta ilmiah. Para ahli Botani menjelaskan, setiap tanaman memiliki jenis kelamin. Kita dapat dengan mudah menemukan textbook dan jurnal internasional yang membahas perbedaan kelamin jantan dan betina pada tumbuhan. Tidak hanya pada tumbuhan tingkat tinggi, tumbuhan tingkat rendah pun memiliki unsur kelamin jantan dan betina. Hanya saja, ada perbedaan tertentu dalam penentuan jantan dan betina dari masing-masing tumbuhan. Ada tumbuhan yang dapat diamati perbedaan gender-nya melalui pengamatan organ, pengamatan tingkat jaringan atau sel; namun yang jelas pada tingkat seluler (sel) setiap tumbuhan memiliki konstruksi gamet yang berbeda sebagai penentu jenis kelamin tumbuhan.

     

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan dasar pengetahuan yang sungguh luar biasa melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an, bahwa bukan hanya tumbuhan yang diciptakan berpasangan, tetapi buahnya pun berpasangan. Allah Ta’ala berfirman: 

     

    وَهُوَ ٱلَّذِي مَدَّ ٱلۡأَرۡضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِيَ وَأَنۡهَٰرٗاۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ

    Artinya, “Dan Dia (Allah) yang membentangkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan sungai-sungai. Dan dari setiap buah-buahan Dia jadikan padanya berpasang-pasangan. Dia menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Ar-Ra’du: 3).

     

    Buah merupakan hasil akhir dari proses reproduksi tanaman tingkat tinggi. Fase reproduksi sebelum menghasilkan buah adalah pembentukan bunga. Bunga memiliki organ betina (putik) dan jantan (benang sari).

     

    Setelah serbuk sari jatuh pada putik, akan terjadi peristiwa penyerbukan (pollination). Microspore (sel sperma) akan membuahi megaspore (sel sperma). Setelah terjadi fertilisasi maka akan terbentuk sel diploid yang disebut Zygote (2n). Pada akhirnya zygote ini terus berkembang dan membentuk buah. Proses ini mengisyaratkan adanya organ jantan dan betina.

     

    Lantas bagaimana dengan spesies tumbuhan yang dapat menghasilkan buah tanpa fertilisasi, seperti nanas, jeruk, anggur, pisang? Tumbuhan-tumbuhan tersebut tetap memiliki aktivitas seksual dan memiliki perbedaan kelamin. Pembentukan biji tanpa fertilisasi biasa disebut apomixes. Pada dasarnya, apomixes merupakan bentuk reproduksi yang menyerupai reproduksi seksual, dan proses apomixes tidak menghilangkan karekter seksual sepenuhnya. Akan tetapi, proses pembentukan sel telur diploid (2n) tanpa melalui reduksi gamet (meiosis) dan kemudian sel telur langsung berkembang menjadi embrio.

     

    Tidak hanya itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan bahwa Dia menciptakan segala sesuatu berpasangan. Artinya, tidak hanya manusia, hewan, tumbuhan yang diciptakan berpasangan.

    Allah Ta’ala berfirman: 

    وَمِن كُلِّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَا زَوۡجَيۡنِ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ

     

    Artinya, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (Adz-Dzariyat: 49).

     

    Kita mengetahui bahwa di dunia ini banyak hal berpasangan. Sungguh luar biasa! Hal itu juga terjadi yang pada sesuatu yang tidak bisa diamati secara langsung, misalnya fenomena listrik. Muatan elektromagnetik dari suatu medan listrik terdiri dari muatan positif (proton) dan  muatan negatif (elektrok) yang saling berinteraksi. Sama halnya dalam tubuh manusia, semua impuls atau informasi dalam tubuh disampaikan melalui gelombang listrik yang di dalamnya terdapat muatan positif dan muatan negatif. Dalam struktur atom pun kita mengetahui ia terdiri dari proton dan elektron.

     

    Jika pada hewan dan tumbuhan terdapat fakta berpasangan, namun ada sebagian manusia yang mengklaim bahwa dalam kehidupan ini manusia tidak harus berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Mereka lebih memilih berpasangan dengan sesama jenis. Sungguh orang-orang itu telah menyalahi fitrah dan berada dalam kesesatan yang nyata, bahkan lebih sesat daripada binatang. Na’udzubillah min dzalik.

    Penulis: David Anwar

Mari Berdonasi

Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan bersedekah

Copyrights © 2019 Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas. All rights reserved.